LAMONGAN, Pijarnusantara – Pada bulan suci Ramadhan, Bhabinkamtibmas Desa Sidomukti, AIPDA N. Sumantri, S.H atau yang akrab disapa 4B@NG UM4N WONGE NEGORO, terus menggencarkan kegiatan PEDDAL KAMTIBMAS melalui DDS (Door to Door System) Sobo Kampung. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) tetap kondusif.
Dengan mengedepankan pendekatan religius, Mas Bhabin Sidomukti mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran bahwa harkamtibmas merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen. Melalui sentuhan nilai-nilai keimanan dan kebersamaan, warga diharapkan lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, khususnya di waktu-waktu rawan menjelang sahur.

Dalam setiap kesempatan, Mas Bhabin tidak henti-hentinya memberikan imbauan kepada masyarakat, terutama para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya. Ia menegaskan, apabila anak masih berada di luar rumah hingga di atas pukul 22.00 WIB, agar segera dicari keberadaannya guna memastikan dalam kondisi aman dan tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi melanggar hukum.
Kapolsek Kembangbahu, IPTU Sono, turut menegaskan pentingnya peran keluarga dalam menjaga generasi muda. “Peran orang tua sangat penting dalam mengarahkan dan mengontrol pergaulan anak. Jangan sampai karena kurangnya pengawasan, anak-anak kita justru menjadi korban tindak kriminal atau bahkan terjerumus menjadi pelaku akibat pengaruh lingkungan dan teman sebaya yang kurang baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihak kepolisian juga mengimbau para pemuda dan remaja agar tidak melakukan kegiatan patroli sahur secara berlebihan, seperti konvoi, arak-arakan, maupun keluar masuk wilayah lain. Masyarakat diharapkan cukup melaksanakan kegiatan di lingkungan kampung masing-masing dengan cara yang positif serta tidak mengganggu ketertiban umum.
Penekanan juga diberikan agar tidak keluar kampung saat patroli sahur, karena berpotensi menimbulkan gesekan dan konflik antar kelompok. Kondisi tersebut dinilai rawan terjadi kesalahpahaman, terlebih jika melibatkan perbedaan latar belakang maupun kelompok pergaulan, yang dapat berujung pada keributan dan merugikan banyak pihak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif. Sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas lingkungan, khususnya selama bulan Ramadhan.
“Lebih baik mencegah daripada menyesal di kemudian hari,” menjadi pesan penutup yang terus digaungkan sebagai pengingat pentingnya kewaspadaan dan kepedulian bersama dalam menjaga keamanan lingkungan. [HM/Red]
