SURABAYA, pijarnusantara – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap sungai, karena merupakan bagian penting dari ekosistem dan kehidupan.
Dalam kegiatan Aksi Susur Sungai Surabaya dalam rangka Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur dan peringatan World Cleanup Day (WCD) 2025, Khofifah menegaskan bahwa sungai kini bukan lagi dianggap sebagai halaman belakang, melainkan halaman depan kehidupan yang harus dijaga bersama.
Kegiatan susur sungai ini dilaksanakan pada Minggu, 19 Oktober 2025, dengan titik awal di Pos 1 Waru Gunung dan berakhir di Pos 5 Perum Jasa Tirta I. Acara ini turut diikuti oleh Sekretaris Daerah (Sekda), jajaran Pasmar 2 TNI AL, Pangkoarmada, Danlantamal, Pangdam V/Brawijaya, serta Kapolda Jawa Timur. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari puncak peringatan HUT Korps Marinir.
Setibanya di Pos Pantau 5 Jasa Tirta I pukul 12.14 WIB, Gubernur Khofifah disambut para relawan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2025. Dalam sambutannya, ia kembali mengajak seluruh warga untuk peduli dan aktif menjaga kebersihan sungai.
“Ayo semua warga, mari jaga lingkungan kita, jaga sungai kita. Sungai bukan hanya untuk kepentingan manusia, tapi juga untuk keseimbangan ekosistem dan kehidupan makhluk lainnya,” ujarnya.
Mengusung tema “Jatim Tangguh Terus Bertumbuh”, kegiatan dimulai dengan apel bersama dan pelepasan 15 ribu benih ikan Bader sebagai bentuk nyata upaya pemulihan ekosistem air.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penanaman tanaman hidroponik di Karangpilang, kampanye edukatif Balik Kanan di Kelurahan Pagesangan yang mengajak warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan air, serta penanaman bibit cabai, terong, dan tomat di Pos Karah Jambangan. Gubernur juga menyerahkan drop box sampah di setiap pos sebagai langkah awal penataan sistem pembuangan sampah yang lebih baik.
Khofifah menegaskan bahwa menjaga sungai adalah bagian dari investasi jangka panjang.
“Menjaga sungai berarti menjaga kehidupan. Menjaga lingkungan berarti menjaga masa depan Jawa Timur,” tegasnya sambil menyerukan pentingnya kolaborasi lintas elemen masyarakat.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur, Nurkholis, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi besar Pemprov Jatim dalam menjaga kualitas lingkungan hidup.
“DLH tidak hanya fokus pada aksi bersih sungai, tetapi juga edukasi dan upaya pencegahan pencemaran. Kami terus menggandeng dunia usaha agar mematuhi aturan pengelolaan limbah sesuai PP 22/2021 dan Permen LHK No. 5/2021,” jelasnya.
Nurkholis juga mengungkapkan pencapaian membanggakan, yaitu Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Jawa Timur pada tahun 2024 yang tercatat sebagai terbaik se-Jawa.
“Ini buah dari kolaborasi lintas sektor dan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga bumi pertiwi. Tapi ini bukan garis akhir. Kita ingin naik level — dari masyarakat yang sadar lingkungan menjadi masyarakat yang menjadikan kelestarian sebagai gaya hidup,” pungkasnya. [E/Hms]
