LAMONGAN, pijarnusantara.com- Aliansi Alam Bersatu Jaya menggelar audiensi di kantor Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, menanggapi aduan masyarakat Desa Jugo terkait dugaan penyimpangan penggunaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2022 hingga 2024.
Audiensi yang berlangsung di Pendopo Kantor Kecamatan Sekaran ini dihadiri oleh Forkopimcam, beberapa perangkat Desa Jugo dan sejumlah Kepala Desa se-Kecamatan Sekaran dan masyarakat sipil.
Audiensi ini digelar setelah masyarakat Desa Jugo melayangkan laporan dugaan praktik korupsi dan penyalahgunaan anggaran pembangunan yang melibatkan Kepala Desa Jugo dan Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak). Beberapa proyek yang menjadi sorotan meliputi pembangunan gorong-gorong atau saluran air (got) di wilayah RT 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9 yang diduga tidak menggunakan material baru.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Wakil Presiden Aliansi Alam Bersatu Jaya, Suliono, S.H., mengatakan bahwa laporan warga menyebut adanya indikasi penggunaan material lama berupa kumbung umpak yang hanya dibongkar dan ditata ulang.
“Berdasarkan aduan masyarakat, pekerjaan gorong-gorong di beberapa RT itu diduga tidak menggunakan material baru. Diduga materialnya ini lama hanya dibongkar dan disusun ulang,” jelas Suliono.
Namun, audiensi tersebut tidak berjalan lama. Hal itu lantaran jawaban dari pihak perangkat Desa Jugo dinilai tidak substantif dan cenderung asal-asalan, tanpa disertai data atau bukti pendukung yang jelas.
Suliono menegaskan, audiensi ini bukan sekadar forum seremonial, tetapi upaya nyata untuk menegakkan transparansi dan kejujuran dalam penggunaan Dana Desa.
“Kami minta perangkat desa membawa dokumen dan data riil pada pertemuan berikutnya, agar pembahasan tidak sekadar mengarang atau berasumsi,” tegasnya.
“Tadi jawabannya tidak fokus dan tidak berdasarkan dokumen. Oleh karena itu, kami akan mengagendakan audiensi lanjutan dengan menghadirkan hanya perwakilan dari perangkat Desa Jugo. Dan kami sudah meminta agar tidak perlu semua kepala desa atau yang tidak berkepentingan hadir, karena keperluan kita hanya dengan Desa Jugo Sendiri,” ujar Suliono. [P.Shal]
