LAMONGAN, PIJARNUSANTARA.COM- PEDDAL KAMTIBMAS (Patroli Edukasi Dialogis, Deteksi Dini, Analisa Loyalitas untuk Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) menjadi bukti nyata bahwa pendekatan humanis dalam menjaga keamanan bukan sekadar konsep, tetapi telah diimplementasikan secara konsisten sejak tahun 2019.
Program yang digagas oleh Bhabinkamtibmas Desa Sidomukti ini berkembang menjadi lebih dari sekadar kegiatan patroli. PEDDAL KAMTIBMAS hadir sebagai gerakan penuh semangat dan inovasi, sekaligus menjadi andalan Polres Lamongan dalam menjawab kebutuhan masyarakat di era modern. Dengan mengedepankan komunikasi langsung, edukasi, serta deteksi dini, program ini mampu menghadirkan sosok Polri yang humanis, dekat, dan selalu hadir di tengah masyarakat.
Di tengah dinamika situasi nasional serta dorongan efisiensi energi, PEDDAL KAMTIBMAS mengusung konsep patroli bersepeda—unik, sederhana, namun berdampak besar. Langkah ini bukan sekadar gaya, melainkan strategi konkret dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM), sekaligus bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui kegiatan bersepeda (PEDDAL), Bhabinkamtibmas menunjukkan bahwa pengabdian tidak harus mewah, melainkan harus tulus dan tepat sasaran. Kehadiran petugas pun terasa semakin dekat, menembus sekat antara polisi dan masyarakat. Tidak ada lagi jarak—yang hadir justru komunikasi hangat, senyum, serta kedekatan emosional di setiap sudut kampung.
Pendekatan ini diperkuat melalui metode Door to Door System (DDS) “Sobo Kampung”, di mana petugas hadir langsung menyapa warga, mendengar keluhan, menggali informasi, hingga melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas. Semua dilakukan dengan cara santai, namun tetap terarah dan penuh makna.
Di balik inovasi yang lahir sejak 2019 ini, terdapat sosok inspiratif, yakni Aipda Nanang Sumantri, S.H, yang dikenal dengan julukan khas “4B@NG UM4N WONGE NEGORO”. Ia dikenal sebagai pribadi sederhana yang dekat dengan masyarakat, namun memiliki semangat pengabdian yang luar biasa. Program ini membuktikan bahwa inovasi tidak harus menunggu perintah—cukup dengan niat tulus, perubahan dapat dimulai dari desa.

Kapolsek Kembangbahu, Iptu Sono, S.H, menegaskan bahwa patroli bersepeda merupakan langkah nyata yang tidak hanya efisien, tetapi juga mencerminkan Polri sebagai teladan dalam hidup sederhana, hemat energi, dan peduli lingkungan.
“Melalui metode Door to Door System (DDS) Sobo Kampung, Bhabinkamtibmas dapat menyapa langsung warga, mendengar keluhan, serta melakukan deteksi dini dengan pendekatan yang akrab namun tetap profesional,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap implementasi PEDDAL KAMTIBMAS yang dinilai mampu memperkuat sinergitas antara Polri dan masyarakat. Menurutnya, kehadiran polisi tidak hanya saat terjadi permasalahan, tetapi juga harus hadir lebih awal untuk mencegah potensi gangguan.
Dengan semangat loyalitas, dedikasi, dan kedekatan yang terus terjaga, sosok “4B@NG UM4N WONGE NEGORO” membuktikan bahwa menjaga keamanan bukan sekadar tugas, melainkan panggilan jiwa. [E/Red]
