LAMONGAN, Pijarnusantara – Di sebuah rumah sederhana di Dusun Kedungglonggong, Desa Sidomukti, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Mbah Ranti (93) menjalani hari-harinya seorang diri. Di usia senja, ia harus berjuang menghadapi keterbatasan hidup tanpa keluarga yang mendampingi. Belum lama ini, ia juga mengalami musibah terjatuh hingga menyebabkan tangannya melepuh.

Kondisi tersebut pertama kali mendapat perhatian serius dari Mas Bhabin Sidomukti, AIPDA Nanang Sumantri, S.H. Saat melaksanakan sambang desa, ia melihat langsung keadaan Mbah Ranti yang membutuhkan perhatian dan bantuan. Tidak hanya memberikan motivasi, Mas Bhabin juga berupaya mencarikan solusi agar beban hidup lansia tersebut dapat diringankan.
Berbekal rasa kemanusiaan, Mas Bhabin kemudian mendokumentasikan kondisi Mbah Ranti dan membagikannya melalui Facebook, TikTok, serta Instagram. Tujuannya sederhana, yakni mengetuk hati para dermawan agar bersama-sama membantu warga yang sedang mengalami kesulitan.
Unggahan tersebut mendapat respons luar biasa dari masyarakat. Ribuan warganet memberikan doa dan dukungan. Banyak di antaranya menghubungi Mas Bhabin untuk memastikan kondisi Mbah Ranti serta menanyakan cara menyalurkan bantuan.
Perhatian itu tidak berhenti di dunia maya. Setelah melihat unggahan Mas Bhabin, Manager ULP PLN Lamongan, Bapak Slamet, tergerak memberikan bantuan berupa pemasangan listrik gratis di rumah Mbah Ranti. Kini rumah yang selama ini hidup dalam keterbatasan telah menikmati aliran listrik yang layak.
Tidak lama kemudian, seorang hamba Allah yang sedang bekerja di Korea Selatan juga ikut tersentuh. Tanpa ingin identitasnya dipublikasikan, ia mempercayakan donasi sebesar Rp500.000 kepada Mas Bhabin agar diserahkan langsung kepada Mbah Ranti sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.
Mas Bhabin pun menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab. Donasi diserahkan secara langsung kepada Mbah Ranti, sekaligus memastikan bahwa bantuan benar-benar diterima oleh orang yang berhak dan sesuai dengan harapan para donatur.
Dampak dari kepedulian itu terus meluas. Informasi mengenai kondisi Mbah Ranti akhirnya juga sampai kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lamongan, sehingga bantuan sosial yang sebelumnya terputus mulai mendapat perhatian untuk dilakukan penelusuran dan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini membuka harapan agar hak-hak sosial Mbah Ranti dapat kembali terpenuhi.
Bagi Mbah Ranti, perhatian dari berbagai pihak bukan hanya soal nilai bantuan yang diterima, tetapi juga menjadi penyemangat bahwa dirinya tidak sendirian menghadapi masa tua. Kepedulian yang datang silih berganti menghadirkan harapan baru dalam kehidupannya.
AIPDA Nanang Sumantri, S.H. mengatakan bahwa tugas Bhabinkamtibmas bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir di tengah warga, mendengar setiap persoalan, serta menjadi penghubung antara masyarakat dengan pihak-pihak yang dapat memberikan solusi.
Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana yang sangat positif apabila digunakan secara bijaksana. Informasi yang disampaikan dengan jujur mampu menggerakkan hati banyak orang untuk berbagi dan membantu mereka yang sedang membutuhkan.
Kisah Mbah Ranti menjadi bukti bahwa satu langkah kepedulian dapat menghadirkan perubahan besar. Berawal dari perhatian Mas Bhabin, kemudian mengalir bantuan pemasangan listrik gratis, donasi dari seorang hamba Allah di Korea Selatan, hingga perhatian dari Dinas Sosial terhadap bantuan sosial yang sempat terputus.
Di balik seragam yang dikenakan, Mas Bhabin menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pemeliharaan keamanan, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang nyata. Ketulusan untuk mendengar, melihat, dan bertindak telah menjadikan dirinya sebagai jembatan kebaikan yang mempertemukan para dermawan, pemerintah, dan masyarakat yang membutuhkan, sehingga harapan baru kembali hadir di kehidupan Mbah Ranti.
